Ini Cara Gampang Membedakan Pala Jantan dan Betina - Ciapus Info - Wadah Info Warga Ciapus

Ciapus Info - Wadah Info Warga Ciapus

Ciapus Info Wadah Info Warga Ciapus

Post Top Ad

Ini Cara Gampang Membedakan Pala Jantan dan Betina

Ini Cara Gampang Membedakan Pala Jantan dan Betina

Share This
Warga ciapus, kita sering melihat tanaman pala yang berbuah lebat di kebun atau depan rumah warga Ciapus. Namun tidak jarang pula kita temukan buah pala yang tidak berbuah, hanya berbunga saja. Sebagian orang biasanya akan menyebut tanaman pala itu sebagai tanaman pala “lalakina” atau tanaman pala jantan. Apakah benar bahwa pada tanaman pala terdapat tanaman lalakina/jantan? Ternyata kalau kita lihat berbagai litelatur tentang tanaman pala, tanaman pala ini termasuk ke dalam tanaman berumah dua, yaitu tanaman pala jantan dan betina terpisah dalam pohon yang berbeda. Namun demikian, dapat juga dijumpai tanaman yang bunga jantan dan betinanya terdapat dalam satu pohon yang sama (monoecious). Hal ini lah yang memungkinkan tanaman pala mempunyai tanaman yang disebut tanaman jantan atau “lalakina”. Tentu saja dalam budidaya tanaman ini pemilihan tanaman jantan dan bentina menjadi penting, karena hanya tanaman betina atau monoecious saja yang akan menghasilkan buah pala. Sehingga ketika kita salah memilih tanaman saat menanam pala maka bisa jadi, kita akan menanam tanaman pala yang tidak akan berbuah, secara ekonomis, tentu saja hal ini merugikan.

Untuk memilih mana tanaman pala jantan dan betina, sebenarnya bagi petani pala yang sudah berpengalaman akan mudah, karena berdasarkan pengalaman mereka dapat mengetahui mana yang jantan dan betina. Namun bagi kita, tentu agak sulit untuk memilih tanaman pala yang jantan dan betina. Namun tidak usah khawatir, bagi warga ciapus, yang sekedar ingin mengetahui, atau bahkan akan terjun untuk menanam tanaman pala sebagai sebuah bisnis yang bernilai ekonomis, maka kami akan berbagi cara untuk membedakan pala jantan dan betina.

Dikutip dari websitenya Litbang Pertanian (http://www.litbang.pertanian.go.id), untuk memilih tanaman pala jantan dan betina, dapat dilakukan pada stadia biji atau semai. Deteksi dilakukan dengan cara mengamati bentuk biji, percabangan, posisi daun serta perakaran. Deteksi pada stadia biji, dapat dilakukan dengan diperhatikan bentuk ujung benih/biji pala, ternyata bentuknya ada yang lancip, agak membulat bahkan ada tonjolan di ujungnya. Menurut pengalaman para petani benih/biji yang mempunyai tonjolan (seperti tanduk) di ujungnya, akan tumbuh menjadi pala jantan. Sedangkan benih/biji yang mempunyai ciri pada bagian kedua sisinya berbentuk mulus atau rata dan tidak ada bagian yang menonjol akan menjadi betina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biji yang akan tumbuh menjadi jantan akan memiliki tanduk yang lebih jelas/lebih menonjol, sedangkan pada biji yang berkembang menjadi pala betina ukuran tonjolannya sesuai rata-rata.

Selain pada stadia biji/benih diteksi pala jantan atau betina juga dapat dilihat pada stadia benih, benih yang diperkirakan akan tumbuh menjadi pala betina mempunyai pertumbuhan percabangan hampir mendatar/cenderung horizontal, posisi daun pada cabang agak mendatar sampai agak merunduk, ukuran daun agak besar dan lebar. Sedangkan benih pala jantan tidak mempunyai percabangan, namun sudut cabangnya sempit/lancip, sehingga pertumbuhan tajuk cenderung tegak ke atas, posisi daun pada cabang agak tegak, daun terlihat lebih langsing. Bila dilihat dari perakarannya, biasanya akar yang terbentuk adalah akar tunggang lurus, dengan akar lateral yang kecil-kecil lembut.

Selain mengetahui cara untuk mendeteksi buah jantan dan betina, perlu juga kita ketahui tentang cara penyemaian buah pala di persemaian, adapun tahapannya adalah sebagai berikut: Sebelum perkecambahan, ada tahapan seleksi buah, fuli dan biji yang harus dilakukan. Seleksi buah yaitu buah dipilih yang matang petik, ditandai oleh buah yang telah terbelah, dan bebas dari hama dan penyakit. Seleksi fuli yaitu buah dibelah, dan dipilih biji yang memiliki fuli tebal, berwarna merah tua, mengkilap dan bebas hama dan penyakit. Seleksi biji yaitu biji dipilih yang berwarna cokelat tua, mengkilap, bulat dan besar, bebas hama dan penyakit.

Perkecambahan benih pala dilakukan pada media pasir lembap atau campuran tanah dan pupuk kandang (2 : 1), atau tanah: pasir: pupuk kandang (1 : 1 : 1). Perkecambahan yang biasa dilakukan menggunakan bak atau plastik diisi pasir, serbuk gergaji dan serbuk sabut kelapa, kemudian diaduk secara merata. Untuk mempercepat perkecambahan, tempurung pala diketok/dibelah pada bagian pangkal biji dengan tidak merusak daging bijinya. Selanjutnya bak ditutup dengan karung goni atau kertas koran untuk menjaga kelembapan. Setelah 4 minggu benih dipindahkan ke polybag.

Semoga cara diteksi benih pala ini dapat berguna, dan dapat mengembalikan kejayaan buah pala, di daerah Bogor, khususnya di Ciapus.


Ahmad Fanindi, M.Si  (Peneliti Peternakan)

2 komentar:

  1. Informasi yang sangat berguna. saya minta izin menyalin untuk menggunakannya.

    BalasHapus
  2. Info yang bermanfaat untuk kami yang awam :-)

    BalasHapus

Post Bottom Ad

Pages